“Operasi Ketupat bukan hanya mengawal arus mudik dan balik, tetapi memastikan seluruh momentum sosial dan spiritual masyarakat berjalan aman,” ujarnya menjelaskan filosofi operasi yang ia pimpin.
Operasi ini, baginya, lebih dari sekadar pengaturan lalu lintas. Ini adalah operasi kemanusiaan yang menjamin keamanan dari rangkaian kegiatan selama Ramadan, Idul Fitri, hingga Hari Raya Nyepi. Pelaksanaannya mencakup lima klaster utama: pengamanan jalan arteri dan tol, jalur penyeberangan serta pelabuhan, tempat ibadah, plus lokasi wisata.
Meski Operasi Ketupat 2026 secara resmi dijadwalkan berakhir Kamis (26/3) dini hari nanti, pengamanan tak serta-merta berhenti. Polri sudah menyiapkan langkah lanjutan.
“Kami tetap berada di lapangan untuk mengawal arus balik berikutnya yang diprediksi terjadi pada 28 dan 29 Maret,” pungkas Agus.
Mereka akan melanjutkan dengan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) hingga akhir bulan, mengantisipasi kemungkinan puncak arus balik susulan. Sepertinya, perjalanan pulang para pemudik masih akan diawasi ketat.
Artikel Terkait
Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Meninggal, Penyebab Masih Diselidiki
Pertamina Siapkan 19 Titik Serambi MyPertamina Mini di Destinasi Wisata untuk Mudik Lebaran
Pemerintah dan Muhammadiyah Sepakat Iduladha 2026 Jatuh pada 27 Mei
Operasi Ketupat Lodaya 2026: 826.858 Kendaraan Padati Jalan Raya Puncak