Riki menambahkan penjelasannya.
Selama arus balik, rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah atau 'one way' jadi senjata andalan. Penerapannya situasional, menyesuaikan kepadatan. Terakhir, satu arah diberlakukan Selasa malam selama setengah jam saja.
Caranya, petugas menutup jalur dari tugu perbatasan Garut-Tasikmalaya hingga Simpang Wage. Alhasil, kendaraan yang menuju Lingkar Gentong bisa ngebut lewat dua jalur sekaligus. Langkah ini terpaksa diambil karena kemacetan yang mengular parah.
Bayangkan, antrean kendaraan sempat memanjang sampai 10 kilometer! Titik macetnya merentang dari depan Pos Lantas Panyusuhan hingga ke Lingkar Gentong atas. Kejadian seperti ini terutama terjadi di H 2 dan H 3. Bahkan kalau dihitung total, antreannya pernah mencapai lebih dari 20 kilometer, merembet sampai ke luar perbatasan Tasikmalaya-Garut. Sungguh panorama yang melelahkan.
Nah, dengan mulai lancarnya arus, setidaknya pengguna jalan bisa sedikit bernapas lega. Meski begitu, perjalanan di akhir pekan tetap perlu diwaspadai.
Artikel Terkait
Pertamina Siapkan 19 Titik Serambi MyPertamina Mini di Destinasi Wisata untuk Mudik Lebaran
Pemerintah dan Muhammadiyah Sepakat Iduladha 2026 Jatuh pada 27 Mei
Operasi Ketupat Lodaya 2026: 826.858 Kendaraan Padati Jalan Raya Puncak
KAI Logistik Catat Lonjakan 68% Volume Pengiriman Barang Saat Ramadan