Konflik di Timur Tengah yang mendorong naiknya harga BBM, memunculkan berbagai usulan. Salah satunya datang dari anggota Komisi II DPR, Ahmad Irawan. Politikus Golkar ini punya ide spesifik soal rencana pemerintah menerapkan work from home alias WFH untuk penghematan. Menurutnya, hari yang paling pas buat WFH itu cuma satu: Rabu.
“Mengenai hari pelaksanaan WFH, menjadi kewenangan pemerintah untuk menetapkannya,” ujar Irawan kepada awak media, Rabu lalu.
Ia punya alasan kuat kenapa Rabu jadi pilihannya. Kalau WFH jatuh di hari Jumat, misalnya, dikhawatirkan malah disalahartikan. Publik bisa saja menganggapnya sebagai libur panjang akhir pekan, bukannya bekerja dari rumah.
“Dari awalnya kita bermaksud untuk menghemat penggunaan BBM, justru tujuan tersebut bisa tidak tercapai,” tegasnya.
Logikanya sederhana. Menurut Irawan, WFH di hari Senin berisiko. Pegawai bisa saja memperpanjang libur mingguannya. Nah, kalau ditetapkan di hari Kamis, risikonya makin besar. Orang bisa mengajukan cuti di hari Jumat, sehingga liburan mereka membentang dari Kamis sampai Minggu. Tujuannya menghemat BBM ya bisa-bisa meleset total.
“Mengenai usulan hari, sebenarnya WFH paling tepat itu hari Rabu setiap minggunya,” jelas Irawan.
“Penentuan Rabu sebagai hari WFH merupakan pilihan paling memungkinkan di antara hari-hari lain. Sebab, Rabu berada di tengah-tengah minggu sehingga kemungkinan orang untuk memperpanjang libur atau cuti lebih sedikit.”
Artikel Terkait
Normalisasi Lalu Lintas Trans Jawa Dimulai, Sistem One Way Dihentikan Bertahap
Arus Balik Lebaran Padati Pelabuhan Raha, 1.200 Tiket Rute ke Kendari Ludes Terjual
Mensos Gus Ipul Tegur 2.708 Pegawai Bolos Usai Libur Lebaran
PM Spanyol: Konflik Timur Tengah Saat Ini Lebih Buruk Dibanding Invasi AS ke Irak