"Kebakaran terjadi sejak 6 hari yang lalu dan saat ini kami masih terus berupaya untuk melakukan pemadaman,"
tambah Angga.
Namun begitu, pekerjaan mereka tidak mudah. Cuaca panas dan angin kencang jadi penghalang utama, membuat api mudah menjalar. Kendala lain adalah sumber air. Menurut laporan di lapangan, titik pengambilan air cukup jauh dari lokasi kebakaran dan persediaannya pun mulai menipis. Situasi yang cukup pelik bagi para petugas.
Menyikapi hal ini, Polres Dumai mengeluarkan imbauan keras. Masyarakat diminta untuk sama sekali tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Cuaca yang panas belakangan ini bisa membuat percikan kecil dengan cepat berubah menjadi amukan api yang luas.
"Kami terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam melalui aplikasi DLK. Cuaca saat ini terpantau cerah berawan, yang mana sangat potensial bagi munculnya titik-titik api baru jika tidak diwaspadai,"
pungkas Kapolres.
Vigilans menjadi kunci. Di balik langit yang cerah berawan, ancaman itu masih nyata dan mengintai.
Artikel Terkait
Normalisasi Lalu Lintas Trans Jawa Dimulai, Sistem One Way Dihentikan Bertahap
Arus Balik Lebaran Padati Pelabuhan Raha, 1.200 Tiket Rute ke Kendari Ludes Terjual
Mensos Gus Ipul Tegur 2.708 Pegawai Bolos Usai Libur Lebaran
PM Spanyol: Konflik Timur Tengah Saat Ini Lebih Buruk Dibanding Invasi AS ke Irak