“Ini bukan urusan satu instansi saja,” ujar Sandi menegaskan. Dia lantas memerintahkan jajarannya untuk segera merapatkan barisan. Sinergi dengan berbagai pihak harus diperkuat. Tak kalah penting, edukasi ke masyarakat harus digencarkan. Praktik pembakaran lahan saat kemarau harus dicegah, demi menghindari dampak buruknya bagi kesehatan dan ekonomi warga.
Di sisi lain, Sandi juga menyentil soal anggaran. Evaluasi penyerapan anggaran 2026 di setiap Satker harus serius. Setiap program kerja, pesannya, jangan cuma jadi tumpukan laporan. “Harus nyata manfaatnya, benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat,” imbuhnya.
Acara pagi itu ditutup dengan tradisi bersalaman. Ritual halal bihalal itu seperti pengingat untuk menyatukan langkah sebelum kembali turun ke lapangan. Dengan semangat baru, Polda Sumsel bersiap menghadapi tantangan di musim kemarau, berharap bisa lebih tanggap dan humanis dalam melayani.
Artikel Terkait
Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Catat Rekor Tertinggi
Dompet Dhuafa Catat Kenaikan Dana ZISWAF 15,2% di Ramadan 1447 H
Polda Sumsel Operasikan Ambulans Apung untuk Warga di Wilayah Perairan
Arus Balik di Lingkar Gentong Tasikmalaya Mereda, Polisi Tetap Siaga hingga Akhir Libur Sekolah