Rabu pagi (25/3/2026) di halaman Mapolda Sumsel, suasana terasa hangat usai Idul Fitri. Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Sandi Nugroho, baru saja memimpin apel sekaligus halal bihalal bersama seluruh jajaran. Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan apresiasi mendalam untuk kerja keras personel selama Ramadhan dan Lebaran. Rasa aman yang tercipta, kata Sandi, adalah buah dari kolaborasi solid antara polisi, TNI, pemda, dan warga.
Namun, sorak sorai pengamanan hari raya belum usai benar. Sandi mengingatkan, Operasi Ketupat baru akan berakhir tepat tengah malam nanti. “Personel harus tetap memantau arus lalu lintas sampai pukul 24.00 WIB,” tegasnya.
Usai urusan arus mudik, perhatian langsung beralih ke ancaman yang jauh lebih pelik: kebakaran hutan dan lahan. Menurut sejumlah data prediksi BMKG yang dia pegang, musim kemarau tahun ini diprediksi datang lebih awal. Bisa maju satu hingga tiga dasarian di beberapa wilayah Sumsel. Yang perlu diwaspadai, kemarau 2026 ini juga diprediksi lebih kering ketimbang tahun lalu.
Puncaknya diperkirakan terjadi antara Mei hingga Agustus mendatang. Kondisi itu jelas rawan. Titik panas bisa dengan mudah menjalar jadi kobaran api, terutama di daerah-daerah yang sudah langganan karhutla.
Artikel Terkait
Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Catat Rekor Tertinggi
Dompet Dhuafa Catat Kenaikan Dana ZISWAF 15,2% di Ramadan 1447 H
Polda Sumsel Operasikan Ambulans Apung untuk Warga di Wilayah Perairan
Arus Balik di Lingkar Gentong Tasikmalaya Mereda, Polisi Tetap Siaga hingga Akhir Libur Sekolah