Hal kecil lain yang menarik perhatiannya adalah keberadaan ruang laktasi. Bagi Khoirudin, fasilitas semacam ini penting di area publik. “Layanannya keren. Ibu-ibu menyusui kan butuh privasi, nggak bisa di tempat terbuka,” ujarnya.
Namun begitu, ada beberapa catatan yang ia sampaikan. Terkait harga tiket, misalnya. Khoirudin bersikeras meminta agar tarif masuk Ragunan tidak dinaikkan. Baginya, kebun binatang ini adalah bentuk pelayanan publik, sebuah ‘balas budi’ kepada warga yang telah membayar pajak.
“Saya pastikan, anggaran APBD harusnya bisa menopang ini. Tiketnya jangan naik. Ini layanan edukasi untuk masyarakat,” tegasnya.
Di sisi lain, ia juga mengusulkan pembuatan kawasan khusus untuk perokok. Permintaannya ini merujuk pada Perda Kawasan Tanpa Rokok yang terbaru. Tujuannya jelas: melindungi perokok pasif dari dampak asap rokok.
“Ke depannya, mudah-mudahan bisa diatur. Buatlah zona khusus untuk mereka yang merokok. Jangan sampai yang tidak merokok jadi ikut terkena imbasnya,” pungkas Khoirudin.
Artikel Terkait
Polda Sumsel Operasikan Ambulans Apung untuk Warga di Wilayah Perairan
Arus Balik di Lingkar Gentong Tasikmalaya Mereda, Polisi Tetap Siaga hingga Akhir Libur Sekolah
Kapolri Perpanjang Pengamanan Arus Balik Lebaran Empat Hari Pasca Operasi Ketupat
Meta Didenda Rp6 Triliun di New Mexico Atas Gugatan Keselamatan Anak