Gara-gara perang di Timur Tengah yang bikin pasokan minyak dunia seret, pemerintah kita lagi mempertimbangkan opsi kerja dari rumah atau WFH lagi. Tujuannya sederhana: menghemat BBM. Tapi, niat baik ini nggak bisa asal jalan. Anggota Komisi II DPR, Muhammad Khozin, ngomong perlu perhitungan yang super matang.
"Skema WFH ini harus jelas tujuannya," tegas Khozin kepada awak media, Rabu lalu.
Menurutnya, penentuan jumlah hari, hari apa, dan daerah mana saja yang bakal kena aturan ini harus presisi. "Agar target efisiensi BBM tercapai, tapi pelayanan publik buat masyarakat nggak terbengkalai," lanjutnya.
Di sisi lain, politisi dari PKB ini melihat ada peluang lain. Kebijakan ini bisa jadi momentum buat perbaikan kualitas udara dan penataan transportasi umum. Tapi ia ingatkan, situasi sekarang beda jauh sama zaman pandemi dulu.
"Dulu WFH barengan sama social distancing, mobilitas dibatasi. Sekarang? Aktivitas warga normal-normal aja," ungkap Khozin.
Karena itu, pemilihan harinya krusial. Ia malah khawatir kalau usulan WFH di hari Jumat malah jadi bumerang.
Artikel Terkait
Senin Jadi Favorit Publik untuk Hari Kerja dari Rumah, Jumat Menyusul Ketat
Arus Balik Lebaran 2026: Terminal Kampung Rambutan Catat 4.212 Penumpang Hingga Siang
Anies Baswedan Hadir Tak Diundang di Halalbihalal SBY di Cikeas
Rumah Jokowi di Solo Ramai Dikunjungi Pejabat dan Warga untuk Silaturahmi Lebaran