"WFH hari Jumat justru berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat jelang akhir pekan. Bisa-bisa malah jadi 'Long Weekend' karena berdekatan dengan Sabtu dan Minggu," katanya.
Kalau sampai begitu, ya percuma. Alih-alih ngirit, malah bisa-bisa pemakaian BBM tambah gila dan mobilitas warga makin tinggi. "Tujuannya jadi bias," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto sudah menyebut angka penghematannya. Katanya, kebijakan ini bisa menghemat seperlima dari pemakaian BBM harian.
"Penghematannya cukup signifikan, seperlima dari yang biasa kita keluarkan," kata Airlangga usai bertemu Presiden Prabowo di Istana, Kamis pekan lalu.
Nah, usulan hari Jumat sebagai hari WFH itu sendiri datang dari Menteri Keuangan, Purbaya. Logikanya, Jumat ditambah akhir pekan jadi tiga hari libur berturut-turut. "Lumayan tuh untuk aktivitas di rumah, dan mungkin turisme juga akan terdorong sedikit," ujar Purbaya usai salat Idul Fitri.
Rencananya, aturan ini bakal diterapkan setelah Lebaran. Kapan persisnya? Masih dikaji. Tapi Purbaya optimis, dengan WFH satu hari saja, konsumsi BBM bisa turun sekitar 20 persen. "Itu hitungan kasar sih, kira-kira segitu," tutupnya.
Artikel Terkait
Senin Jadi Favorit Publik untuk Hari Kerja dari Rumah, Jumat Menyusul Ketat
Arus Balik Lebaran 2026: Terminal Kampung Rambutan Catat 4.212 Penumpang Hingga Siang
Anies Baswedan Hadir Tak Diundang di Halalbihalal SBY di Cikeas
Rumah Jokowi di Solo Ramai Dikunjungi Pejabat dan Warga untuk Silaturahmi Lebaran