Rupiah Mengawali Perdagangan dengan Penguatan Tipis, Analis Prediksi Pelemahan

- Rabu, 25 Maret 2026 | 10:15 WIB
Rupiah Mengawali Perdagangan dengan Penguatan Tipis, Analis Prediksi Pelemahan

Setelah libur panjang Idulfitri, rupiah buka perdagangan dengan sedikit napas lega. Mata uang kita menguat, meski tipis banget, melawan dolar AS di pembukaan hari ini, Rabu 25 Maret 2026.

Nah, pantauan Bloomberg menunjukkan, sekitar pukul sepuluh pagi tadi, rupiah bertengger di level Rp16.895 per dolar AS. Angka ini sedikit lebih baik ketimbang posisi penutupan sebelumnya di Rp16.897,5. Jadi, penguatannya cuma 2,5 poin atau sekitar 0,01 persen. Di sumber lain, Yahoo Finance, catatannya sedikit berbeda di Rp16.978 per USD.

Tapi jangan senang dulu. Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi punya pandangan yang agak berbeda untuk pergerakan sepanjang hari ini. Menurut dia, rupiah kemungkinan besar justru akan melemah.

Gangguan di Selat Hormuz Bikin Was-was

Lalu, apa yang bikin rupiah masih terancam? Ibrahim bilang, sentimen utamanya datang dari jauh: gangguan pengiriman minyak mentah di Selat Hormuz. Konflik antara AS, Israel, dan Iran yang sudah masuk minggu ketiga ini masih panas, tanpa tanda-tanda gencatan senjata. Dan itu bikin investor tegang.

"Ini yang membuat harga minyak mentah dunia dan Brent crude oil mengalami kenaikan yang cukup signifikan," paparnya. Dia menyebut, sejak sebelum perang, kenaikan untuk Brent dan crude oil sudah mencapai 33 hingga 37 persen.

Memang Presiden AS Donald Trump sudah minta bantuan NATO untuk urusan Selat Hormuz. Tapi faktanya, selat vital itu sampai sekarang masih ditutup. Pemerintah Iran sendiri sempat beri sinyal: kapal-kapal yang nggak ada hubungan dengan AS-Israel boleh lewat.

Artinya, kata Ibrahim, Iran cuma fokus blokade perusahaan yang berafiliasi dengan kedua negara itu. Kebijakan seperti ini, ya, konsekuensinya jelas: harga minyak mentah terus merangkak naik, dan itu beban buat banyak negara, termasuk kita.

(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar