Rupiah Mengawali Perdagangan dengan Penguatan Tipis, Analis Prediksi Pelemahan

- Rabu, 25 Maret 2026 | 10:15 WIB
Rupiah Mengawali Perdagangan dengan Penguatan Tipis, Analis Prediksi Pelemahan

Pemerintah Berusaha Kerek Defisit

Di sisi lain, secara internal pemerintah lagi cari cara supaya defisit anggaran nggak jebol. Targetnya, tetap bertahan di bawah tiga persen. Padahal sebelumnya sempat diakui defisit bisa tembus di atas empat persen.

"Tetapi rupanya pemerintah mengkaji ulang bagaimana cara defisit anggaran itu di bawah tiga persen dengan cara mengurangi beban-beban anggaran, biaya-biaya yang tidak perlu dilakukan," urai Ibrahim.

Sementara itu, Bank Indonesia memilih bermain aman. BI-Rate dipertahankan di 4,75 persen. Deposit facility dan lending facility juga nggak berubah.

Kenapa suku bunga tetap tinggi? Ibrahim melihat ini sebagai respons atas kondisi global yang serba nggak pasti. "Apalagi setelah harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan yang cukup signifikan," ujarnya.

Tugas BI, menurut dia, adalah meredakan gejolak ekonomi, menjaga inflasi agar stabil di kisaran dua persen tahun 2026, dan memicu pertumbuhan di bulan-bulan mendatang.

Untuk perdagangan ke depan, Ibrahim memprediksi rupiah akan tetap fluktuatif. BI juga kemungkinan akan turun tangan intervensi di pasar spot, terutama di tengah minggu-minggu krusial konflik Iran-AS.

"Dan ini yang membuat mata uang rupiah kemungkinan besar mengalami pelemahan di atas Rp17 ribu," tutupnya. Jadi, waspada saja. Pergerakannya masih bisa ke mana-mana.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar