Bukannya menurut, NA malah berbalik agresif. Kapak di tangannya diayunkan ke arah sang polisi.
"Anggota pas mau amankan, kasi pendekatan bersama orang tuanya malah kena kapak," lanjut Agus.
Keadaan pun jadi kacau. Untuk menghindari sabetan kapak lebih lanjut, Muhlis bahkan terpaksa melompat dari lantai atas.
"Ini kan lantai atas, dia juga lompat ke bawah untuk menghindari kapak," sambungnya.
Setelah serangan itu, Briptu Muhlis segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sementara NA, yang sudah tak bisa lagi didekati dengan kata-kata, akhirnya berhasil diamankan oleh tim. Mereka terpaksa menggunakan gas air mata untuk melumpuhkan pria itu tanpa cedera lebih parah.
Artikel Terkait
Program Rapid Serap 238 Ribu Pekerja dan Gerakkan 58 Ribu UMKM
BGN Suspend SPPG Usai Video Viral, Temukan Pelanggaran Tata Letak dan IPAL
Persija Sumbangkan Pemain Terbanyak untuk Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Arus Balik Lebaran Masih Deras, Lebih dari 50 Ribu Penumpang KRL Tiba di Jakarta Setiap Hari