Liburan Nataru Ramai, Tapi Konsumsi Bensin Hanya Nambah Tipis

- Senin, 05 Januari 2026 | 21:25 WIB
Liburan Nataru Ramai, Tapi Konsumsi Bensin Hanya Nambah Tipis

Laporan konsumsi bahan bakar selama libur Nataru tahun ini cukup mengejutkan. Pertumbuhan penjualan Pertalite, Pertamax, dan sejenisnya ternyata hanya bergerak tipis, sekitar 0,9 persen saja jika dibandingkan dengan kondisi normal. Angka yang relatif rendah ini, menurut analisis, bukan tanpa alasan. Tampaknya ada pergeseran pola mobilitas yang sedang terjadi di masyarakat.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, membeberkan datanya. Ia menjelaskan bahwa perhitungan 0,9 persen itu didapat dengan membandingkan konsumsi saat liburan terhadap masa normal, tepatnya periode Oktober–November 2025.

"Pertumbuhan gasolin memang hanya 0,9 persen versus kondisi normal 2025. Tapi kalau dibandingkan dengan periode Nataru tahun lalu, peningkatannya mencapai 1,9 persen. Jadi sebenarnya tetap ada kenaikan, hanya saja tidak terlalu besar jika dibandingkan kondisi normal sebelum Nataru,"

Ucap Mars Ega dalam acara Penutupan Posko Nataru di Kantor BPH Migas, Senin lalu. Kalau dibandingkan dengan bulan Desember 2024, katanya, peningkatannya masih lumayan, sekitar 2 persen. Namun begitu, tetap saja lonjakannya tak sebesar tahun-tahun sebelumnya.

Lalu, apa penyebabnya? Mars Ega menyoroti satu faktor utama: transportasi umum yang kini makin digemari. Ini terlihat dari data lain, yaitu lonjakan konsumsi avtur yang cukup signifikan. Naiknya permintaan bahan bakar pesawat itu jelas menandakan aktivitas penerbangan yang ramai.

"Kami melihat peningkatan avtur cukup besar, artinya mobilitas masyarakat melalui transportasi udara meningkat signifikan. Selain itu, tren kendaraan listrik (EV) dan kendaraan hybrid juga sangat berpengaruh,"

Jelasnya. Menurut pengamatannya, penjualan kendaraan hybrid belakangan ini melonjak. Kendaraan jenis ini jauh lebih irit bahan bakar, sehingga turut menahan laju konsumsi gasolin.

Pandangan serupa datang dari Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Nataru 2025/2026, Erika Retnowati. Ia menegaskan bahwa rendahnya angka pertumbuhan gasolin ini erat kaitannya dengan perubahan selera masyarakat dalam memilih moda transportasi.

"Perkiraan kami, banyak masyarakat yang menggunakan angkutan umum. Kalau dilihat dari kenaikan avtur yang mencapai sekitar 5,5 persen dan tingginya okupansi kereta api, ini menunjukkan pergeseran ke transportasi massal,"

Kata Erika. Ia menambahkan, penggunaan bus juga ikut naik. Dan karena bus umumnya pakai solar, otomatis pengaruhnya terhadap konsumsi bensin jadi berkurang. Di sisi lain, kehadiran kendaraan listrik semakin nyata selama liburan panjang.

"Transaksi di SPKLU meningkat sangat tinggi, sekitar lima kali lipat dibandingkan tahun lalu. Ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik,"

Tambahnnya. Jadi, gambaran besarnya mulai jelas. Mobilitas tetap tinggi, tapi konsumsi bensin tak meledak. Masyarakat pelan-pelan beralih, entah ke pesawat, kereta, bus, atau kendaraan yang lebih hemat energi. Tren yang menarik untuk dicermati ke depannya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar