Karir bermainnya terpaksa berakhir lebih awal di usia 27 tahun karena cedera. Tapi dunia kepelatihan rupanya memanggil. Tiga tahun kemudian, di usia 30, ia memulai debutnya sebagai pelatih kepala untuk UD Altea.
Perjalanannya sejak itu cukup panjang. Ia seperti keliling Spanyol. Mulai dari Villajoyosa, Villarreal B, Elche, kemudian naik kelas ke klub-klub papan atas seperti Getafe, Villarreal, Mallorca, dan terakhir Alaves.
Prestasi terbesarnya? Membawa Mallorca promosi ke La Liga pada 2019/2020. Ia bertahan di sana hingga akhir musim 2021/2022. Pencapaian serupa ia ulangi dengan Deportivo Alaves, yang berhasil ia bawa naik ke divisi utama sebelum akhirnya memutuskan hengkang pada Desember 2024 lalu.
Sekarang, tantangan yang ia hadapi mungkin lebih pelik. Bukan sekadar promosi, tapi mempertahankan status klub sebesar Sevilla di papan atas. Semua mata akan tertuju padanya, menanti apakah sentuhannya bisa menjadi penawar yang tepat untuk menyelamatkan musim yang suram ini.
Artikel Terkait
Jumat Agung dan Paskah 2026 Jatuh Awal April, Siapkan Long Weekend
AS Siap Kerahkan Ribuan Pasukan Elite ke Timur Tengah untuk Operasi Melawan Iran
Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 9 Orang, 6 di Antaranya Pengungsi Palestina
Damkar Tanjung Uban Peringatkan Bahaya Karhutla di Musim Angin Kencang