Namun begitu, ia tak mau jumawa. Ada ancaman cuaca yang harus diwaspadai, khususnya di Indonesia bagian Timur. Cuaca buruk berpotensi mengganggu jalur penyeberangan.
“Ada potensi terjadinya hujan di wilayah timur, ini menjadi catatan. Kita minta semua anggota betul-betul mempersiapkan diri menghadapi apabila terjadi cuaca yang tidak baik, sehingga rekayasa dan pengaturannya bisa lebih baik,” tambah Sigit.
Ia menekankan, kesuksesan pengamanan arus mudik dan balik ini buah dari kolaborasi banyak pihak. Sinergi antara Polri, TNI, dan instansi terkait lain ia apresiasi. “Keberhasilan pelayanan mudik dan balik ini adalah keberhasilan bersama. Kami selalu mendorong untuk kita bersinergi dan berkolaborasi sehingga pelayanan terbaik bisa diberikan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Rapat di Nusa Dua itu sendiri dihadiri sejumlah pejabat. Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta hadir langsung, bersama Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya dan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto. Tampak juga perwakilan dari Kemenhub, Basarnas, BMKG, hingga Jasa Raharja. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam Operasi Ketupat 2026.
Dalam agenda itu, Kapolri didampingi Astamaops Komjen Fadil Imran dan Kadivhumas Irjen Johnny Eddizon Isir. Sementara secara virtual, ikut menyimak para Kapolda, Kapolres, serta Forkopimda dari seluruh Indonesia.
Artikel Terkait
Menhub Prediksi Arus Balik Lebih Padat dari Mudik, Capai 285 Ribu Kendaraan
BPH Migas Pastikan Stok BBM Aman untuk Arus Balik Lebaran 2026
Polsek Ciracas Fasilitasi Penitipan Kendaraan Gratis untuk Warga Mudik
Dirlantas Polda Metro Jaya Apresiasi PLN Jaga Pasokan Listrik Lancar Saat Lebaran