Momen Lebaran, bagi banyak orang, adalah soal pulang kampung dan silaturahmi. Tapi coba lihat lebih dalam, ada denyut ekonomi yang luar biasa menggeliat di balik tradisi tahunan itu. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, melihatnya sebagai pengungkit utama perputaran uang nasional, terutama di daerah-daerah.
Menurutnya, gelombang mudik yang membanjir itu bukan cuma soal orang berpindah tempat. Dampaknya langsung terasa. Uang berputar deras, menyentuh hampir semua lini.
"Momentum Lebaran ini selalu jadi pengungkit ekonomi nasional, terutama di daerah," ujar Lamhot dalam sebuah keterangan tertulis.
"Perputaran uang yang terjadi sangat besar dan memberikan efek berganda bagi masyarakat."
Ya, angkanya memang fantastis. Dalam beberapa tahun terakhir, nilai transaksi selama periode Lebaran bahkan disebut-sebut menembus ratusan triliun rupiah. Uang itu mengalir deras ke sektor transportasi, kuliner, dan tentu saja, ke pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Inilah sektor riil yang langsung merasakan sentuhannya.
Lamhot menekankan, peluang sebesar ini harus ditangkap. UMKM dituntut untuk lebih lincah.
"UMKM harus mampu menangkap peluang ini dengan meningkatkan kualitas produk dan layanan," jelasnya.
"Pemerintah juga perlu memastikan dukungan pembiayaan dan distribusi berjalan optimal."
Di sisi lain, sektor pariwisata juga diprediksi ikut meroket. Destinasi lokal akan ramai dikunjungi, hotel-hotel diproyeksikan penuh. Lonjakan ini, jika ditangani dengan benar, bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang sangat efektif.
Artikel Terkait
Operasi Ketupat Polres Bone Merambah Destinasi Wisata Libur Lebaran
Gempa Magnitudo 2,4 Guncang Labuhanbatu Utara, Tak Ada Laporan Kerusakan
Emil Audero Resmi Gabung Latihan, Timnas Indonesia Siapkan FIFA Series 2026
Pembelajaran Daring untuk Hemat Energi Dikritik, Legislator Ingatkan Risiko Learning Loss