“Selain itu, kami juga melihat adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk berkendara secara lebih tertib dan berhati-hati,” ungkap Awaluddin.
Namun begitu, tantangan besar masih menganga. Kecelakaan lalu lintas hingga saat ini masih didominasi kendaraan roda dua. Penyebab utamanya klasik: kelelahan karena kurang istirahat dan jarak aman yang tidak dijaga. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, mengingat risikonya yang sering berujung fatal.
“Oleh karena itu, BUMN dan Danantara bersama 96 BUMN, termasuk Jasa Raharja, terus mendorong penurunan angka kecelakaan R2 melalui berbagai upaya preventif, salah satunya dengan mengalihkan ke moda transportasi umum yang lebih aman melalui program Mudik Gratis,” jelasnya.
Harapannya ke depan, kesadaran masyarakat untuk memilih transportasi yang lebih aman dan disiplin berkendara akan terus meningkat.
Di balik semua statistik, setiap nyawa yang terselamatkan punya arti yang dalam. Bagi Jasa Raharja, ini bukan sekadar angka, tapi wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi warganya. Mereka meyakini keselamatan adalah tanggung jawab bersama.
Komitmen itu diperkuat dengan implementasi Zero Pending Claim, yang memastikan santunan korban kecelakaan diselesaikan cepat dan tepat. Hingga 22 Maret, santunan sebesar Rp 9,5 miliar telah disalurkan kepada 190 korban atau ahli waris.
“Semangat tersebut sejalan dengan komitmen menghadirkan Mudik Nyaman Bersama dan Lebaran Nyaman Bersama, sebagai upaya menghadirkan perjalanan yang tidak hanya selamat, tetapi juga memberikan rasa aman dan ketenangan bagi seluruh masyarakat,” tutup Awaluddin.
Artikel Terkait
Kemhan dan TNI Efisiensi Penggunaan BBM untuk Alutsista dan Kendaraan Dinas
Kim Jong Un Kembali Terpilih sebagai Presiden Urusan Negara dalam Sidang Majelis Rakyat
Rekayasa Lalu Lintas One Way Berlaku di Tol Batang-Cikampek Antisipasi Puncak Arus Balik
Kemenhub Tegaskan Keselamatan Jadi Prioritas Utama Arus Balik Lebaran 2026