Pagar hitam perumahan itu tertutup rapat. Di baliknya, rumah mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di kawasan Condet, Jakarta Timur, tampak sunyi pada Senin sore (23/3). Perubahan statusnya dari tahanan KPK menjadi tahanan rumah sejak Kamis lalu memang menyedot perhatian.
Pantauan di lokasi sekitar pukul lima sore memperlihatkan suasana yang sepi. Seorang pria terlihat berjaga-jaga di dalam area Perumahan Mahkota Residence Condet, seolah mengawasi setiap gerak-gerik dari luar. Situasinya tenang, hampir terlalu tenang.
Menurut Jubir KPK Budi Prasetyo, keputusan ini diambil setelah lembaga antirasuah itu menerima permohonan dari keluarga Yaqut.
"Jadi memang karena ada permohonan dari pihak keluarga, kemudian kami proses," jelas Budi, Minggu (22/3).
KPK pun mengabulkannya. Namun, mereka tak banyak berkomentar lebih jauh soal alasan spesifik yang mendasari permohonan keluarga tersebut. Keputusan ini, meski legal, rupanya memantik kritik tajam dari dalam.
Kritik Pedas dari Mantan Penyidik
Praswad Nugraha, mantan penyidik KPK, tak menyembunyikan kekecewaannya. Ia menyebut langkah ini sebagai sebuah preseden buruk yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah KPK.
"Praktik ini bukan hanya janggal, tetapi juga membuka ruang abu-abu dalam standar penegakan hukum yang selama ini dijaga ketat," ujar Praswad kepada wartawan, Senin (23/3).
Kekhawatirannya nyata. Menurut dia, kebijakan ini berpotensi menciptakan efek berantai. Bagaimana jika keluarga tahanan lainnya mulai menuntut perlakuan serupa? Situasi seperti ini, dalam pandangannya, bisa berdampak buruk pada konsistensi penanganan kasus di KPK.
Di sisi lain, suasana di Jalan Raya Condet tetap senyap. Hanya pagar hitam yang menjadi pembatas antara kehidupan biasa di luar dengan proses hukum yang masih berjalan di dalam.
Artikel Terkait
DPR Desak Pengusutan Tuntas Kasus Pemerkosaan Puluhan Santriwati di Pati, Tak Cukup Hanya Tangkap Pelaku Utama
Bupati Muratara Ungkap Dua Korban Tewas Kecelakaan Maut Bus vs Truk BBM adalah Keluarganya
BPBD Cianjur Keluarkan Peringatan Dini Bencana Hidrometeorologi Tiga Hari ke Depan
Iran Tuding AS Serang Kapal Tanker di Selat Hormuz, Pasukan Garda Revolusi Balas Tembak