Tito juga menegaskan satu hal penting. Capaian "mendekati 100 persen" itu spesifik merujuk pada satu hal: pengungsi yang sudah keluar dari tenda. Bukan berarti seluruh proses pemulihan sudah selesai.
"Yang saya sampaikan itu spesifik, pengungsi mendekati 100 persen tidak lagi di tenda. Bukan berarti semua aspek sudah pulih," tegasnya.
Masih banyak yang harus dibenahi. Fasilitas kesehatan dan pendidikan, misalnya. Infrastruktur jalan dan normalisasi sungai juga membutuhkan waktu lebih panjang. Bahkan untuk perbaikan yang bersifat sementara sekalipun.
"Seperti yang saya sampaikan, faskes, pendidikan, masih ada yang perlu kita atensi, masih belum (pulih sepenuhnya). Ada juga sungai belum, ada beberapa jalan desa, jalan kabupaten yang cukup banyak jumlahnya juga belum," ungkap Tito.
"It's take time. Bahkan (jalan dan jembatan) yang temporer bisa fungsional, itu harus dipermanenkan nanti. Itu butuh waktu yang cukup panjang," imbuhnya.
Lalu, bagaimana gambaran keseluruhannya? Tito menyebut, jika dilihat dari jumlah daerah administratif, pemulihan pascabencana di tiga provinsi itu sudah mencapai 73 persen.
"Kalau berdasarkan jumlah daerah, saya bilang daerah tuh berdasarkan aspeknya daerah ya, kabupaten/kota. Dari 52 kabupaten/kota yang sudah normal 38. Berarti itu 73 persen daerah," pungkasnya.
Artikel Terkait
Masjid At-Thohir di Los Angeles Jadi Pusat Ibadah dan Perekat Diaspora Indonesia
Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Genjot Digitalisasi dalam 5 Tahun
Arus Balik Mudik Mulai Padati Jalan Alternatif Cibubur
Libur Lebaran 2026 Resmi Berakhir, Aktivitas Penuh Dimulai 30 Maret