Di tengah panasnya Taman Nasional Death Valley, ada sebuah keajaiban yang bikin geleng-geleng kepala. Batu-batu di sana, konon, bisa berjalan sendiri. Ya, Anda tidak salah dengar. Di sebuah area bernama Racetrack Playa, bebatuan dengan berat ratusan pon itu berpindah tempat, meninggalkan jejak panjang di tanah gurun yang tandus.
Fenomena ini sudah jadi teka-teki sejak lama. Yang menarik, sepertinya tak ada satu pun orang yang pernah menyaksikan langsung batu-batu itu bergerak. Namun begitu, buktinya tak bisa dibantah: jejak-jejak di belakang mereka, plus perubahan posisi yang tercatat, jelas-jelas menunjukkan mereka memang tak diam di tempat.
Batu-batunya sendiri ukurannya beragam. Ada yang cuma sebesar kepalan tangan, ada juga yang seberat lemari es. Mereka berasal dari material pegunungan di sekitarnya, seperti dolomit dan syenit, yang tererosi dan jatuh ke dataran rendah di bawahnya. Nah, di situlah misterinya dimulai. Entah bagaimana caranya, dari titik jatuh itu, mereka mulai meluncur secara horizontal.
Misteri yang Akhirnya Terkuak
Selama puluhan tahun, berbagai teori bertebaran. Ada yang bilang karena angin kencang, medan magnet, atau bahkan lelucon para pengunjung. Tapi baru pada 2014, sekelompok ilmuwan berhasil memecahkan teka-teki ini. Mereka memasang kamera time-lapse dan… bingo! Mereka menangkap momen langka pergerakan itu.
Artikel Terkait
Iran Balas Ultimatum Trump dengan Sindiran Youre Fired dan Klaim Serangan Rudal
Mendagri: Pengungsi Bencana Sumatera Hampir 100 Persen Tak Lagi di Tenda
Remaja Tewas Terseret Ombak di Pantai Karangbolong Usai Selamatkan Adik
Kapolda Jabar: Arus Mudik Padat di Jalur Selatan, Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan