KIWIROK - Lebaran identik dengan mudik dan kumpul keluarga. Tapi coba tengok ke Kiwirok, di pedalaman Papua Pegunungan ini. Di sini, para personel Satgas Operasi Damai Cartenz justru memilih bertahan. Mereka menahan rindu demi satu hal: menjaga agar NKRI tetap tenang.
Suasana Idul Fitri di daerah lain mungkin penuh tawa dan silaturahmi. Di Kiwirok, nuansanya agak berbeda. Kehadiran aparat keamanan menjadi penopang penting. Bagaimana tidak? Aktivitas warga sehari-hari, dari anak-anak berangkat sekolah sampai orang tua berjualan di pasar, sangat bergantung pada situasi yang kondusif. Rasanya belum sepenuhnya bebas dari kekhawatiran.
Masyarakat di sini sebenarnya hanya punya harapan sederhana: bisa hidup normal tanpa ancaman. Ketenangan adalah kebutuhan pokok yang kadang masih terasa mahal.
Nah, dalam konteks inilah Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 hadir. Keberadaan mereka lebih dari sekadar simbol. Di lapangan, pendekatannya terukur, menggabungkan pengamanan wilayah dengan penegakan hukum yang konsisten.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol Dr Faizal Ramadhani, punya penekanan khusus.
“Upaya yang kami lakukan bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat hidup dalam suasana yang aman, penuh kebersamaan, dan saling melindungi satu sama lain,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
“Stabilitas yang dibangun bukan hanya soal situasi yang kondusif, tetapi juga tentang bagaimana kepercayaan dan rasa persaudaraan di tengah masyarakat dapat tumbuh dan terjaga.”
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pelaku Penimbunan Pertalite di Pontianak Saat Antrean Panjang
Polri Siapkan One Way Nasional hingga Ganjil-Genap untuk Antisipasi Puncak Arus Balik 2026
Bandung Zoo Tutup Saat Libur Lebaran, Wisatawan Pulang Kecewa
Persiapan Sterilisasi Jalur Tol Cipali Jelang Pemberlakuan Sistem Satu Arah ke Jakarta