Namun, suasana itu tak bertahan lama. Di tengah obrolan, AA merasa tersinggung oleh ucapan MR. Perkataan yang dilontarkan korban dianggapnya sebagai ejekan pedas. AA pulang dengan perasaan kesal, tapi bukan untuk meredam amarah. Ia justru mengambil parang di rumahnya yang tak jauh dari lokasi.
Dipo memaparkan kronologi kemarahan pelaku. "AA merasa tersinggung dan sakit hati dengan ucapan korban karena ia menganggap dirinya sedang diejek sebagai tukang adu domba. Setelah itu AA pulang ke rumah untuk mengambil parang dan kembali ke rumah korban dan melakukan penganiayaan."
Dengan parang di tangan, AA kembali dan langsung menyerang MR. Akibatnya, korban mengalami empat luka robek akibat tebasan di sekujur tubuhnya. Keadaan MR yang mengenaskan itu memaksa warga segera membawanya ke Puskesmas Bontoa untuk mendapat pertolongan medis darurat.
Peristiwa yang mestinya penuh maaf ini, akhirnya hanya menyisakan luka dan penyesalan.
Artikel Terkait
Pemkot Yogyakarta Siapkan Uji Coba WFH Setiap Jumat bagi ASN
Tayangan Spesial BTS Puncaki Tangga Lagu Netflix di 77 Negara
Tim Advokasi Desak Puspom TNI Rilis Foto Empat Prajurit Tersangka Penyiraman Aktivis
Harga BBM Nasional Tetap Stabil Meski Konflik Timur Tengak Picu Ketegangan Global