Nyatanya, antusiasme masyarakat sulit dibendung. Area rumah jabatan sudah dipadati orang jauh sebelum jam yang dijadwalkan. Menurut catatan panitia, sekitar 700 hingga 1.000 warga membanjiri sesi khusus untuk masyarakat itu.
Di sisi lain, acara ini bukan cuma sekadar temu warga biasa. Open house itu juga dimanfaatkan untuk menjalin keakraban dengan Forkopimda, berbagai lembaga, serta perwakilan dari kabupaten dan kota se-Sultra. Intinya, momen lebaran jadi perekat hubungan yang cukup efektif.
Jadi, silaturahmi berjalan lancar, warga pulang dengan senyum dan sedikit bantuan THR. Semuanya berlangsung hangat, tanpa beban anggaran daerah.
Artikel Terkait
Tottenham Tersungkur 0-3 dari Nottingham Forest di Kandang Sendiri
BNPB Catat Banjir dan Cuaca Ekstrem Terjang Sejumlah Daerah Saat Lebaran
Tottenham Tersungkur ke Zona Degradasi Usai Dibantai Nottingham Forest
Robinio Vaz Jadi Pahlawan, AS Roma Akhiri Tren Buruk dengan Kemenangan Tipis Atas Lecce