Operasi gabungan besar-besaran digelar untuk mengawal arus mudik Lebaran 2026. Basarnas, bersama TNI dan Polri, menyiagakan ratusan pos di seluruh penjuru negeri. Tujuannya jelas: memastikan perjalanan pulang kampung masyarakat berjalan aman dan lancar.
Menurut Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, yang berbicara pada Minggu (22/3), ada 365 pos gabungan yang sudah disiapkan. Angka itu belum termasuk 196 pos mandiri Basarnas yang tersebar di sejumlah provinsi. Keberadaan pos-pos ini diharapkan bisa memperkuat pengamanan sekaligus menjadi ujung tombak respons cepat jika terjadi keadaan darurat.
Syafii menekankan, kesiapsiagaan ini berjalan nonstop.
"Selain bahwa keberadaan Basarnas di kantor-kantor SAR yang tersebar di seluruh Indonesia, kita melaksanakan kesiapsiagaan 24 jam. Jadi itu, kemudian Alhamdulillah, terkait dengan operasi yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah pusat maupun daerah, Alhamdulillah bahwa situasi yang ada di NKRI ini dalam kondisi terkendali."
Jadi, inti dari operasi siaga terpadu ini bukan cuma soal jumlah personel atau pos. Lebih dari itu, fokusnya ada pada koordinasi ketat dan kesiapan menghadapi segala kemungkinan buruk selama puncak arus mudik dan balik nanti. Mereka ingin meminimalisir gangguan, menangani masalah dengan cepat, dan yang paling penting: menjaga keselamatan setiap orang yang sedang dalam perjalanan.
Dengan ratusan pos yang sudah berdiri, harapannya tentu agar peristiwa-peristiwa darurat bisa diantisipasi. Atau setidaknya, penanganannya jadi lebih sigap. Semua lini, dari Basarnas, TNI, hingga Polri, tampaknya siap menyambut gelombang pemudik tahun depan.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Stabilitas Harga Pangan Ramadan-Lebaran 2026
Prabowo Tegaskan Ekspor Mineral Kritis ke AS Wajib Olah Dalam Negeri
Pemkab Sukoharjo Beri Pembinaan ke Kades yang Tak Izinkan Salat Id Lebih Dulu
Korlantas Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret 2026