Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan tertulis KBRI Paris yang diterima media pada Minggu, 22 Maret 2026. Tak lupa, sang ustaz juga menekankan pentingnya menjaga harmoni. Hidup di tengah masyarakat yang majemuk, menurutnya, harus diimbangi dengan upaya memperkuat tali silaturahmi. Itulah wujud syukur yang nyata.
Di sisi lain, antusiasme diaspora Indonesia terlihat sangat tinggi. Mereka datang dari berbagai penjuru Prancis, memadati halaman dan ruangan yang disediakan. Raut wajah bahagia dan pelukan saling memaafkan pun menghangatkan udara Paris yang masih cukup sejuk. Bagi banyak yang hadir, acara tahunan ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan suntikan semangat dan obat rindu akan Indonesia.
KBRI Paris sendiri tampak serius menyambut hari raya ini. Persiapan dilakukan matang-matang agar seluruh rangkaian ibadah dan silaturahmi bisa berjalan lancar. Hasilnya, sebuah perayaan Idulfitri yang khidmat dan berkesan, meski hanya sejenak mengobati kerinduan pada tanah air.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran di Tol Cipali Meningkat 48,5 Persen, Dominan Menuju Cirebon
BMKG: Hujan Masih Berpotensi hingga 25 Maret, Waspada Cuaca Ekstrem
Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Pernah Komitmen Bayar Iuran 1 Miliar Dolar AS untuk Dewan Perdamaian Trump
Puasa Syawal: Enam Hari Penyempurna Ramadan dengan Pahala Setara Setahun