BMKG: Hujan Masih Berpotensi hingga 25 Maret, Waspada Cuaca Ekstrem

- Minggu, 22 Maret 2026 | 17:30 WIB
BMKG: Hujan Masih Berpotensi hingga 25 Maret, Waspada Cuaca Ekstrem

Hujan tak henti-hentinya mengguyur sejumlah daerah di Indonesia sejak Lebaran kemarin. Sabtu (21/3/2026) lalu, langit di Jakarta pun mendung, turun hujan deras yang sampai menggenangi beberapa titik. Rupanya, kondisi ini masih akan berlanjut.

Menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan masih mengancam hingga sekitar tanggal 25 Maret mendatang. Penyebabnya? Dinamika atmosfer yang cukup kompleks, campuran dari faktor skala besar hingga lokal.

Dalam keterangan resminya pada Minggu (22/3), BMKG memaparkan analisisnya untuk sepekan ke depan.

"Dalam sepekan ke depan, kondisi cuaca di Indonesia masih dipengaruhi oleh dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal,"

Lalu, apa saja dinamika itu? Ternyata ada interaksi aktif dari Madden-Julian Oscillation (MJO) dengan gelombang Kelvin yang bergerak ke timur. Di sisi lain, gelombang Rossby Ekuatorial justru bergeser ke arah barat. Kombinasi ini membuat pertumbuhan awan hujan bakal lebih gencar di wilayah Indonesia bagian tengah hingga timur.

Nasibnya berbeda untuk daerah lain. Sebagian besar Sumatra, Jawa, dan Kalimantan justru diperkirakan lebih kering. Anomali OLR positif di sana mengindikasikan awan hujan sulit terbentuk, jadi jangan harap hujan deras dalam waktu dekat.

Namun begitu, ada satu faktor lain yang pengaruhnya tak bisa dianggap enteng: siklon tropis Narelle. Siklon yang terbentuk di lepas pantai utara Queensland, Australia ini, disebutkan BMKG, punya dampak signifikan.

"Siklon Tropis 'Narelle' yang saat ini terbentuk di Pesisir Utara Queensland, telah memberikan pengaruh signifikan terhadap pembentukan daerah pertemuan, perlambatan, dan belokan angin di sebagian besar wilayah Indonesia Selatan,"

Dengan semua dinamika ini, BMKG akhirnya mengeluarkan imbauan serius. Masyarakat dan para pemangku kebijakan diminta waspada. Cuaca ekstrem masih mengintai, dan itu bisa memicu bencana hidrometeorologi kapan saja.

Jadi, meski di beberapa tempat cerah, kewaspadaan tetap harus dijaga. Cuaca akhir-akhir ini memang sulit ditebak.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar