Begitu pintu terbuka, terlihat ruangan kecil namun bersih. Dinding panel putih memantulkan cahaya lembut dari jendela. Suasana yang asing, tapi menyenangkan.
Di kamar tidurnya, Naila dengan hati-hati menata boneka beruang kecil di atas meja. Ibunya di sampingnya, ikut merapikan sambil sesekali tertawa kecil. Di ruang tengah, sebuah kipas angin berdiri. Ada juga kulkas kecil yang sudah diisi persediaan sederhana: telur, air minum.
Beranda rumah tak kalah diperhatikan. Dua kursi berwarna oranye terpasang rapi, menjadi tempat favorit Naila untuk bersantai. Dekat pintu, rak sepatu kecil menunggu. Semuanya baru, tertata, dan mulai terasa seperti rumah.
Perubahan fisik ini rupanya berdampak lebih dalam. Naila kini merasa dihargai. Dia merasa dipedulikan, dan yang paling penting, merasa layak untuk dapat masa depan yang lebih baik.
Jadi, saat Lebaran tiba, Naila akan pulang kampung dengan hati yang jauh lebih ringan. Sudah ada rencana yang disusunnya.
"Pulang kampung mau ketemu nenek, bikin acara keluarga," jelasnya penuh semangat.
Kepala Sekolah SRMP 23 Makassar, Radya, turut bersyukur menyaksikan transformasi muridnya.
"Naila yang awalnya pemalu, sekarang lebih percaya diri, periang. Dia membawa aura positif bagi teman-temannya," ujar Radya.
Pihak sekolah sendiri memastikan perjalanan mudik para siswanya aman dan tertib.
"Transport mudik disiapkan, lengkap dengan hampers untuk orang tua," pungkasnya menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran di Tol Cipali Meningkat 48,5 Persen, Dominan Menuju Cirebon
BMKG: Hujan Masih Berpotensi hingga 25 Maret, Waspada Cuaca Ekstrem
Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Pernah Komitmen Bayar Iuran 1 Miliar Dolar AS untuk Dewan Perdamaian Trump
Puasa Syawal: Enam Hari Penyempurna Ramadan dengan Pahala Setara Setahun