"Kemarin itu masih kumpul keluarga, jadi ke sininya hari ini. Emang dari dulu selalu waktunya pasti setelah lebaran sih," jelas Andre.
Lebih dari sekadar rutinitas, kegiatan ini punya makna mendalam baginya. Ziarah adalah pengingat yang mengharu-biru tentang kodrat setiap manusia. "Iyalah, biar keluarga yang udah nggak ada itu mereka tenang," katanya.
"Ya jangan sampai kita yang masih hidup lupa sama mereka. Karena sebagai pengingat juga. Entah kapan posisi kita juga akan sama kayak mereka, kan nggak akan selamanya hidup juga."
Sambil berbicara, Andre mengaku bersyukur masih bisa merayakan Lebaran bersama istri dan anak. Soal mudik? Dia cuma geleng-geleng. "Nggak punya kampung," ucapnya polos. Keluarganya sendiri dan keluarga istrinya sudah berakar di Jakarta dan Bekasi. "Jadi ya stay di Jakarta aja."
Begitulah suasana di Karet Bivak. Di tengah euforia Lebaran, ada ruang hening untuk mengenang. Tempat di mana kerinduan bertemu dengan doa, dan tradisi menjadi jembatan antara yang pergi dan yang tinggal.
Artikel Terkait
KPK Benarkan Yaqut Cholil Qoumas Beralih Status Jadi Tahanan Rumah
Polri Siapkan One Way Nasional di Tol Trans Jawa untuk Puncak Arus Balik 24 Maret
Warga Indonesia di Prancis Rayakan Idulfitri dengan Khidmat di KBRI Paris
Naila, Gadis Makassar yang Pernah Haru-Biru Prabowo, Kini Resmi Miliki Rumah Layak Huni