Sejak semalam, air masih menggenangi beberapa kawasan di Jakarta. Pagi ini, kondisi itu belum juga surut. Bahkan di titik tertentu, ketinggiannya mencapai 80 sentimeter hampir setinggi pinggang orang dewasa.
Menurut laporan terbaru dari BPBD DKI Jakarta yang dirilis Minggu (22/3/2026), puluhan Rukun Tetangga (RT) masih terendam hingga pukul sepuluh pagi. Penyebabnya tak lain adalah hujan deras yang mengguyur sejak kemarin, ditambah luapan dari sejumlah kali. Kali Cipinang, Cilangkap, dan Sunter disebut-sebut tak mampu lagi menampung air.
“BPBD mencatat saat ini terdapat 46 RT,” tulis pihak BPBD dalam keterangannya.
Wilayah Jakarta Timur menjadi yang paling parah terdampak. Rinciannya, ada 46 RT yang terendam banjir tersebar di beberapa kelurahan. Di Ciracas, misalnya, ada 16 RT yang tergenang. Sementara di Cibubur tercatat 6 RT, Cilangkap 5 RT, dan Cipinang Melayu juga 6 RT. Kelurahan lain seperti Ceger, Munjul, Dukuh, Baru, dan Pekayon juga tak luput, dengan jumlah RT terdampak yang bervariasi.
“Ketinggian 30 sampai dengan 80 cm,” lanjut laporan itu, menggambarkan betapa seriusnya situasi yang dihadapi warga.
Dampaknya pun meluas. Bukan cuma rumah yang kebanjiran, ratusan keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi. Data yang dihimpun BPBD menunjukkan angka yang cukup signifikan.
“Jumlah KK mengungsi 201 KK, Jumlah jiwa pengungsi 696 jiwa,” imbuh mereka.
Bayangkan, hampir tujuh ratus orang harus mengungsi karena banjir pagi ini. Situasinya memang belum menunjukkan perbaikan yang berarti. Warga di lokasi terdampak masih berjibaku dengan genangan, sambil berharap air cepat surut.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Insentif untuk 100 Ribu Unit Motor dan Mobil Listrik
Keributan Oknum TNI dengan Pemilik Warung di Kemayoran Berakhir Damai, Tanpa Tuntutan Ganti Rugi
RW Kumuh di Jakarta Turun 52,58 Persen dalam Sembilan Tahun, Jadi 211 RW pada 2026
China Desak Iran dan AS Segera Buka Kembali Selat Hormuz serta Hentikan Seluruh Permusuhan di Timur Tengah