Menyambut arus balik Nataru, suasana di Pelabuhan Tanjung Buton terasa berbeda. Polres Siak telah menyiagakan personelnya di sejumlah titik krusial. Tujuannya jelas: menjamin keamanan dan kenyamanan para pemudik yang hendak kembali ke rumah usai libur panjang.
Ini semua adalah bagian dari Operasi Lilin Lancang Kuning 2025. Fokusnya ganda. Di satu sisi, petugas mengantisipasi lonjakan penumpang yang bisa memicu kepadatan. Di sisi lain, mereka juga waspada terhadap potensi tindak kriminalitas, terutama yang masuk kategori C3 pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor.
Kapolres Siak, AKBP Eka Ariandy Putra, menegaskan bahwa kehadiran mereka di lapangan bukan sekadar formalitas. Bagi dia, ini adalah representasi negara dalam memberikan pelayanan dan perlindungan langsung kepada masyarakat yang sedang dalam perjalanan.
"Kami ingin memastikan seluruh pemudik merasa aman dan terlindungi. Kehadiran Polri di titik strategis seperti pelabuhan bukan sekadar pengamanan, melainkan bentuk pelayanan nyata dan kepedulian terhadap masyarakat,"
Ucap AKBP Eka Ariandy Putra, Sabtu (3/1/2026).
Di lapangan, pengamanan dipimpin langsung oleh Kepala Posyan setempat, Ipda Muhammad Suwanto. Bersama empat personelnya, mereka melakukan penyisiran jalan kaki. Area tunggu hingga dermaga mereka jelajahi sambil tak lupa memberikan imbauan terkait keamanan dan ketertiban kepada calon penumpang.
Pendapat serupa datang dari Kasat Lantas Polres Siak, AKP A. Ramadhan. Ia menyoroti aspek lain yang tak kalah penting: kelancaran lalu lintas.
"Pelabuhan Tanjung Buton ini mobilitasnya tinggi sekali. Makanya, personel kami siaga penuh untuk mengatur lalu lintas. Tujuannya sederhana, mencegah kemacetan agar aktivitas naik-turun penumpang bisa berjalan tertib dan lancar,"
jelas AKP Ramadhan.
Upaya responsif kepolisian ini rupanya mendapat sambutan positif. Andi, seorang penumpang berusia 34 tahun, mengaku lega melihat polisi berpatroli. Baginya, suasana ramai pelabuhan kerap menimbulkan kecemasan tersendiri.
"Membawa keluarga plus banyak barang bawaan saat mudik kan bikin was-was. Tapi, dengan ada polisi yang keliling kayak gini, kami jadi merasa jauh lebih tenang. Lebih aman dan nyaman,"
tuturnya.
Perasaan senada diungkapkan Sri, warga sekitar berusia 42 tahun. Menurut pengamatannya, suasana pelabuhan jadi lebih tertib belakangan ini. Imbauan rutin dari petugas, katanya, cukup efektif. Ia pun berharap pengawasan intensif semacam ini terus berlanjut agar kondisi wilayah tetap kondusif.
Pada akhirnya, melalui operasi ini Polres Siak berkomitmen untuk lebih dari sekadar menjaga keamanan. Mereka ingin membangun dan memelihara kepercayaan publik. Dengan menciptakan situasi yang kondusif di seluruh wilayah hukum Kabupaten Siak, harapannya, perjalanan masyarakat pun bisa benar-benar berakhir dengan selamat.
Artikel Terkait
Satlantas Sidoarjo Sita 232 Kendaraan dalam Razia Balap Liar di Porong
Pengendara Motor dengan Riwayat Jantung Terluka Usai Kecelakaan Tunggal di Bogor
Pertumbuhan Ekonomi AS Melambat Drastis, Hanya 1,4% di Kuartal IV-2025
Dua Tentara Korea Utara di Ukraina Terjebak, Desak Suaka ke Seoul Hadapi Kebuntuan Diplomatik