Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat ternyata jauh lebih lemas dari yang diperkirakan. Data resmi yang baru dirilis menunjukkan, Produk Domestik Bruto (PDB) AS hanya naik 1,4 persen pada kuartal IV-2025 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Angka ini, dikutip dari Xinhua, Sabtu (21/2/2026), jauh meleset dari proyeksi analis pasar yang optimis melihat pertumbuhan 2,5 persen.
Kalau dibandingin sama kuartal sebelumnya, perlambatannya terasa banget. Di kuartal ketiga 2025, ekonominya masih melesat 4,4 persen. Bahkan, dibandingkan akhir 2024 yang tumbuh 2,4 persen, kondisi sekarang jelas menurun.
Lalu, apa penyebabnya? Dua hal utama: penutupan pemerintahan federal alias shutdown dan melemahnya daya beli masyarakat. Dua kombinasi ini bikin aktivitas ekonomi nasional seret. Soal shutdown itu sendiri, dampaknya nggak main-main. Rilis data ini aja molor sebulan karena hal itu. Para ekonom memperkirakan, gangguan pemerintahan itu bisa memotong pertumbuhan ekonomi antara 0,25 sampai 1,5 poin persentase. Cukup signifikan.
Memang sih, banyak ahli yakin ekonomi bakal bangkit lagi di kuartal ini. Tapi laporan terbaru ini tetap mencatat hal yang mengkhawatirkan: pengeluaran pemerintah federal anjlok, begitu juga dengan pembelian barang.
(Presiden AS Donald Trump. Foto: EPA-EFE)
Mesin Utama Mulai Mogok?
Yang bikin was-was, belanja konsumen yang selama ini jadi motor penggerak ekonomi AS tumbuhnya cuma 2,4 persen. Itu adalah angka terendah sepanjang 2025. Lemah banget.
Data ini sekaligus bikin jelas, kesenjangan antar kelompok pendapatan makin menganga. Rumah tangga berpenghasilan rendah kayaknya makin terjepit. Beban utang yang menumpuk, ditambah pasar kerja yang nggak sehangat dulu, dan efek kumulatif inflasi tinggi selama bertahun-tahun, bikin mereka kesulitan bernapas.
Ngomong-ngomong inflasi, indikator favorit The Fed, yaitu indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi, masih naik 2,9 persen dalam setahun hingga Desember 2025. Masih di atas target mereka.
Reaksi politik pun langsung muncul. Presiden Donald Trump tak ketinggalan menyuarakan kritiknya lewat media sosial. Dia menyalahkan Partai Demokrat atas shutdown yang terjadi.
“Hal itu merugikan negara, setidaknya dua poin persentase dalam pertumbuhan PDB,” tulis Trump.
Dia juga kembali menyasar Ketua The Fed, Jerome Powell. Seperti biasa, Trump mendesak Powell untuk memangkas suku bunga lebih dalam. Pendekatan hati-hati bank sentral, dalam pandangannya, sudah ‘terlambat’ dan nggak membantu situasi.
Artikel Terkait
Perubahan Iklim Ancam Stabilitas Ekonomi Makro Indonesia, Kajian MSCI Peringatkan Dampak Berantai
Polisi Tangkap Lima Pelaku Perampokan Rp 800 Juta di Tulang Bawang Barat
Perjanjian Dagang AS-Indonesia Buka Akses Pasar, tapi Bawa Risiko dan Komitmen Berat
Dukcapil Pastikan Layanan Administrasi Kependudukan Tetap Optimal Selama Ramadan