Operasi penyelamatan ini melibatkan dua unit rescue, satu unit pompa kebakaran, plus unit selang yang didukung sepuluh personel. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul lima lebih sore. Pukul 17.32 WIB, proses evakuasi sudah dimulai.
Bayangkan saja, petugas harus menyusuri genangan yang dalam. Mereka memastikan setiap langkah aman, terlebih saat membawa anak-anak atau ibu hamil yang butuh penanganan ekstra hati-hati. Semua itu dilakukan dalam gelapnya malam. Hingga pukul 20.30 WIB, proses akhirnya berhasil diselesaikan dengan lancar.
Di sisi lain, ada kabar yang sedikit melegakan. Air mulai surut perlahan, sekitar 5 cm dari puncaknya. Meski begitu, imbauan untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan terus disuarakan oleh petugas di lapangan.
Peristiwa ini, menurut Muchtar, adalah pengingat yang nyata. "Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya respon cepat dalam penanganan bencana, terutama untuk melindungi kelompok rentan yang paling terdampak saat banjir melanda permukiman warga," ujarnya menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
46 RT di Jakarta Timur Terendam Banjir, 696 Warga Mengungsi
Juventus Gagal Raih Kemenangan Penting, Imbang 1-1 Lawan Sassuolo di Allianz
Kemacetan Parah Landa Puncak, Polisi Kerahkan 120 Personel dan Terapkan Sistem Satu Arah
Balon Udara Bawa Petasan Jatuh dan Ledak di Atap Rumah di Semarang