Pernyataan terbaru Benjamin Netanyahu menuai badai kritik. Kali ini, Perdana Menteri Israel itu menyulut kontroversi dengan menyandingkan Yesus Kristus dan Genghis Khan dalam pidatonya tentang perang melawan Iran.
Pidato yang disiarkan televisi pada Kamis lalu itu langsung memicu gelombang kecaman. Netanyahu terlihat jelas menyampaikan pernyataan yang bagi banyak orang terdengar mengerikan.
"Yesus Kristus tidak memiliki keunggulan atas Genghis Khan," ujarnya tegas.
Ia lalu melanjutkan, "Karena jika Anda cukup kuat, cukup kejam, cukup berkuasa, kejahatan akan mengalahkan kebaikan. Agresi akan mengalahkan moderasi."
Ucapan itu tentu saja bukan tanpa konteks. Semuanya bermula dari eskalasi konflik di Timur Tengah yang memanas sejak akhir Februari. Saat itu, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan yang menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Artikel Terkait
Herdman Umumkan 24 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026, Elkan Baggott Kembali
Warga Pantai Indah Kapuk Antre Berjam-jam Demi Silaturahmi dengan Presiden di Istana
Iran Buka Pintu Negosiasi untuk Kapal Jepang dan Korea Selatan di Selat Hormuz
Warga Iran Rayakan Idulfitri di Tengah Situasi Perang, Menteri Ucapkan Terima Kasih atas Solidaritas Asia Tenggara