Warga Pantai Indah Kapuk Antre Berjam-jam Demi Silaturahmi dengan Presiden di Istana

- Minggu, 22 Maret 2026 | 09:30 WIB
Warga Pantai Indah Kapuk Antre Berjam-jam Demi Silaturahmi dengan Presiden di Istana

Jakarta - Bagi Dewi, warga Pantai Indah Kapuk yang kini berusia 49 tahun, Sabtu lalu benar-benar hari yang spesial. Dia akhirnya bisa menginjakkan kaki di Istana Kepresidenan, mengikuti acara open house Lebaran. Pengalaman langka, begitu dia menyebutnya, yang bakal terus diingat seumur hidup.

Sebenarnya, ada satu hal yang paling dia nantikan: kesempatan untuk bersilaturahmi langsung dengan Presiden RI, Prabowo Subianto. Cuma untuk sekadar mengucapkan selamat Idul Fitri. Impian sederhana itulah yang mendorongnya untuk berangkat pagi-pagi buta dari rumah.

"Tahunya dari teman," cerita Dewi, sambil tertawa ringan. "Akhirnya nebeng sama saudara. Memang dari awal saya ingin sekali ketemu Presiden."

Niatnya bulat. Sekitar pukul enam pagi, dia dan sepuluh anggota keluarganya yang lain mulai melaju menuju Istana. Moda transportasinya? Sepeda motor.

Perjuangannya ternyata tidak gampang. Bayangkan saja, dia harus mengantre berjam-jam di terik matahari, berdesak-desakan dengan ribuan warga lain yang punya tujuan sama. Panas dan lelah? Pasti. Tapi semangat Dewi sama sekali tidak luntur. Dia sudah sampai sejauh ini.

Dan usaha itu terbayar lunas. Saat akhirnya bisa melangkah masuk ke dalam area Istana, perasaan haru langsung menyergap. Selama ini, tempat megah itu cuma bisa dia pandang dari jauh, dari balik pagar atau layar televisi.

"Tadi masuk sampai mau jatuh air mata," akunya, suaranya terdengar terharu. "Saya bersyukur sekali orang biasa seperti saya bisa masuk ke Istana. Bersih, rapi dan rasanya... luar biasa."

Dia pun menyempatkan diri mencicipi jamuan yang disediakan. Makanan khas Lebaran itu, menurutnya, enak dan bikin puas. Apresiasi penuh dia berikan untuk fasilitas dari panitia.

Namun, puncak dari semua itu tetaplah momen tatap muka dengan sang Presiden. Hanya sebentar, tapi cukup untuk memberi makna mendalam. Bagi Dewi, ini bukan cuma soal ketemu figur pemimpin. Lebih dari itu, ini bentuk kecintaannya pada negara.

"Dalam hidup ingin sekali," ucap Dewi menegaskan. "Saya cinta Tanah Air, negara Indonesia, juga Pak Presiden."

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar