Jonathan, seorang fotografer dengan gaya hidup berantakan yang diperankan Dion Wiyoko, tiba-tiba didatangi perempuan misterius bernama Sore (Sheila Dara). Dia mengaku sebagai istri Jonathan dari masa depan, datang dengan satu tujuan: menyelamatkan Jonathan dari takdir kematian muda. Apa yang terjadi kemudian? Sebuah perjalanan lintas waktu yang penuh kejutan, tentang cinta, pengorbanan, dan arti menghargai hidup.
Panggil Aku Ayah
Lebaran identik dengan keluarga. Dan tema itu diangkat apik dalam film Panggil Aku Ayah, adaptasi dari film Korea Pawn yang disutradarai Benni Setiawan. Film ini mengingatkan kita bahwa ikatan keluarga tak selalu tentang darah.
Diceritakan Dedi (Ringgo Agus Rahman) adalah penagih utang. Suatu hari, dia dan rekannya harus mengasuh seorang anak kecil bernama Pacil (Mealin), yang ditinggalkan ibunya sebagai "jaminan". Awalnya terasa seperti beban, tapi lambat laun, ikatan emosional tumbuh. Tanpa disadari, Dedi berubah. Dari seorang debt collector yang ditakuti, menjadi sosok yang penuh kasih sayang layaknya seorang ayah.
Setetes Embun Cinta Niyala
Terakhir, ada film orisinal Netflix yang diadaptasi dari karya maestro Habiburrahman El Shirazy, disutradarai Anggy Umbara. Setetes Embun Cinta Niyala ini adalah cerita melodrama yang bakal menyentuh hati ibu-ibu dan remaja di rumah.
Niyala (Beby Tsabina), gadis desa bercita-cita jadi dokter, terpaksa mengubur impiannya bersama Faiq (Deva Mahenra), sahabat masa kecilnya. Dia menerima perjodohan demi melunasi utang keluarga. Ironisnya, Faiq sendiri sudah bertunangan dengan orang lain. Di sinilah konflik cinta dan takdir dipertemukan dalam alur yang memilukan.
Itulah tadi beberapa rekomendasi. Mana yang paling menarik perhatian? Selamat menonton dan menikmati kebersamaan!
(ELG)
Artikel Terkait
Polisi Amankan Salat Id dan Arus Penumpang di Klapanunggal Bogor
Peneliti Indonesia Perkenalkan Definisi Baru Tanah dan Ilmu Tanah di Jurnal Internasional
Prabowo Gelar Open House, Sambut Hangat Jokowi dan SBY di Istana Merdeka
McCartney Ungkap Rekonsiliasi dengan Lennon Lewat Obrolan Sehari-hari