Di tengah maraknya belanja online, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa punya kekhawatiran tersendiri. Menurutnya, platform lokapasar atau marketplace yang berjaya saat ini kebanyakan dikuasai perusahaan asing. Situasi ini tentu jadi tantangan berat bagi pelaku usaha lokal.
“Saya lagi pikirkan ada nggak perusahaan domestik yang bisa dihidupkan lagi untuk menjadi kompetisi dari dominasi China,” ujar Purbaya saat berbincang dengan para wartawan di kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Sabtu lalu.
Ucapannya itu bukan sekadar wacana. Untuk mewujudkannya, dia mengaku sedang mengkaji serius upaya memperkuat platform lokal. Salah satunya dengan mempelajari ekosistem yang sudah ada, termasuk kolaborasi unik antara media sosial dan e-commerce seperti yang dilakukan Tokopedia dan TikTok.
Ini semua bagian dari strategi besarnya. Di tengah gejolak geopolitik dunia yang tak menentu, Purbaya bertekad menguatkan permintaan domestik. Tujuannya jelas: mengurangi ketergantungan pada faktor eksternal yang sulit ditebak.
Namun begitu, langkahnya tak berhenti di situ. Sebagai bendahara negara, rencananya cukup komprehensif. Dia menyiapkan dukungan untuk sektor swasta, berusaha menjaga daya beli masyarakat, dan mengelola harga BBM subsidi agar tak terpengaruh gejolak minyak global. Belanja pemerintah juga akan didorong agar penyerapannya tepat waktu.
Artikel Terkait
Pedagang Bakso di Jakarta Selatan Pilih Berjualan Saat Lebaran, Baru Mudik Usai Liburan
Cristiano Ronaldo Ucapkan Selamat Idul Fitri, Disambut Hangat Warganet
Presiden Prabowo dan Menteri PU Tinjau Huntara Korban Banjir Usai Salat Id di Aceh Tamiang
Putin Janjikan Dukungan Rusia kepada Iran di Tengah Ketegangan Timur Tengah