Namun begitu, ada pesan penting lain yang ia sampaikan. Berakhirnya Ramadhan, menurutnya, sama sekali bukan tanda untuk berhenti beribadah. Justru sebaliknya. “Ramadhan itu ibarat madrasah untuk membentuk pribadi yang bertaqwa. Kalau amal kita diterima, tandanya kualitas ibadah kita akan semakin baik setelahnya,” ungkapnya.
Pelaksanaan shalat Id tahun ini memang punya nuansa tersendiri. Berbeda dari tahun lalu yang diadakan di dua kecamatan, kali ini Pemkab Deli Serdang memusatkan acara hanya di satu lokasi, yaitu Kecamatan Sunggal. Harapannya jelas: menumbuhkan nilai ukhuwah, kebersamaan, dan semangat religius warga. Semua itu sejalan dengan cita-cita membangun Deli Serdang yang lebih sehat, cerdas, dan tentu saja religius.
Nurhayati, salah seorang warga Sei Semayang yang hadir, menyambut baik langkah pemerintah ini. Menurutnya, acara seperti ini bisa menjembatani hubungan antara pemerintah dan masyarakat biasa.
“Ini momentum yang bagus. Kami bisa merasakan kebersamaan secara langsung,” tuturnya.
Ia punya harapan agar kegiatan serupa tak hanya berhenti di sini. “Ke depannya, semoga bisa digilir di kecamatan lain. Biar semua warga merasakan hal yang sama,” ujarnya penuh harap.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Gelar Halalbihalal di Istana, Dihadiri Pejabat Negara dan Keluarga SBY
Pedagang Bakso di Jakarta Selatan Pilih Berjualan Saat Lebaran, Baru Mudik Usai Liburan
Cristiano Ronaldo Ucapkan Selamat Idul Fitri, Disambut Hangat Warganet
Presiden Prabowo dan Menteri PU Tinjau Huntara Korban Banjir Usai Salat Id di Aceh Tamiang