Demi mendalami sejarah Amerika Latin yang diajarkannya, Bingham pun blusukan. Tahun 1906, dia menelusuri rute yang dulu ditempuh Simón Bolívar, dari Venezuela ke Kolombia. Dua tahun berselang, dia kembali menjelajah, kali ini lewat jalur perdagangan Spanyol kuno yang membentang dari Buenos Aires sampai Lima. Perjalanan-perjalanan ini seperti pemanasan sebelum penemuan besarnya.
Di sisi lain, karier akademisnya juga berjalan. Bingham menjadi bagian dari fakultas sejarah Universitas Yale dari 1909 hingga 1924. Nah, pada Juli 1911, dia memimpin sebuah ekspedisi besar dari Yale. Tujuan utamanya sebenarnya bukan Machu Picchu, melainkan mencari Vilcabamba sebuah kota benteng rahasia Inca yang jadi basis pemberontakan melawan Spanyol di abad ke-16. Kota yang hilang itu, begitu orang menyebutnya.
Ekspedisi itulah yang akhirnya membawanya ke puncak gunung dan menemukan sesuatu yang jauh melampaui imajinasi: Machu Picchu. Sebuah kota yang tersembunyi, terlupakan, namun masih berdiri dengan gagahnya.
Artikel Terkait
Polisi Amankan Salat Id dan Arus Penumpang di Klapanunggal Bogor
Peneliti Indonesia Perkenalkan Definisi Baru Tanah dan Ilmu Tanah di Jurnal Internasional
Prabowo Gelar Open House, Sambut Hangat Jokowi dan SBY di Istana Merdeka
McCartney Ungkap Rekonsiliasi dengan Lennon Lewat Obrolan Sehari-hari