Mengenal Tradisi Unik Lebaran di Indonesia, dari Ketupat hingga Grebeg Syawal

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 13:30 WIB
Mengenal Tradisi Unik Lebaran di Indonesia, dari Ketupat hingga Grebeg Syawal

7. Ziarah ke Makam Keluarga

Sebelum atau di pagi Lebaran, banyak keluarga menyempatkan diri nyekar. Mengunjungi makam orang tua atau leluhur ini adalah bentuk penghormatan dan cara mengingat mereka yang telah pergi dalam suasana penuh khidmat.

8. Halal bi Halal dan Silaturahmi

Hari pertama Lebaran adalah waktunya jalan. Dari rumah ke rumah, mengunjungi sanak saudara, tetangga, dan teman untuk saling bersalaman dan meminta maaf. Tradisi Halal bi Halal inilah yang menguatkan ikatan, mengobati rindu, dan membersihkan hati.

9. Mudik, Ritual Tahunan Para Perantau

Ini mungkin tradisi paling masif dan menguras tenaga. Bayangkan, jutaan orang rela menempuh perjalanan jauh dan berdesakan, naik apa saja, demi satu tujuan: pulang kampung. Mudik bukan cuma soal fisik kembali, tapi lebih pada memenuhi panggilan rasa rindu untuk berkumpul bersama keluarga inti.

10. Keunikan yang Tersebar di Seluruh Nusantara

Nah, selain yang umum tadi, beberapa daerah punya cara merayakan yang benar-benar istimewa. Ambil contoh Grebeg Syawal di Yogyakarta. Keraton mengarak gunungan raksasa berisi hasil bumi, lalu warga berebut isinya. Konon, dapat rezeki dari gunungan itu membawa berkah.

Lalu ada Perang Topat di Lombok, NTB. Uniknya, tradisi ini justru melibatkan warga Muslim dan Hindu yang saling melempar ketupat. Bukan bermusuhan, tapi justru simbol kerukunan yang sudah terjalin lama.

Pergi ke Bengkulu, kita akan menemui Ronjok Sayak. Pada malam Lebaran, tumpukan batok kelapa kering dibakar, sebuah ritual yang diyakini sebagai penghubung dengan arwah leluhur.

Sementara di Aceh, tradisi Meugang sangat kuat. Menyembelih sapi atau kambing lalu membagikan dagingnya kepada fakir miskin dan yatim piatu, sebagai wujud syukur dan kepedulian sosial.

Jangan lupa Rampak Bedug di Banten. Bayangkan ratusan beduk ditabuh serentak di malam takbiran. Suaranya menggema, menggetarkan jiwa dan memompa semangat menyambut hari kemenangan.

Dari sekian banyak tradisi itu, satu hal yang jelas: Lebaran di Indonesia itu hidup. Ia bukan sekadar ritual agama, tapi perayaan besar yang merangkum kebersamaan, budaya, dan identitas kita yang berwarna-warni. Selamat Hari Raya!

(REN)

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar