Gus Ipul Apresiasi Khutbah Idulfitri dan Kerukunan di Masjid Al Akbar Surabaya

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 13:00 WIB
Gus Ipul Apresiasi Khutbah Idulfitri dan Kerukunan di Masjid Al Akbar Surabaya

“Khutbahnya juga cukup bagus, luar biasa sekali. Disampaikan dengan sangat baik bahwa setelah kita melewati puasa dan sekarang memasuki Idul Fitri, kita harus menjadi Muslim yang berdampak, Muslim yang bermanfaat untuk orang lain, dan Muslim yang bisa menjadi solusi, bukan menjadi problem,” jelas Gus Ipul.

Pesan itu, lanjutnya, terasa sangat relevan. Apalagi di tengah situasi global yang rumit, termasuk konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Menurut Gus Ipul, semangat kerukunan dan saling menguatkan justru harus lebih dirawat sekarang.

“Di tengah berbagai persoalan global, salah satunya perang di Timur Tengah, kita membutuhkan semangat kerukunan, kebersamaan, dan saling menguatkan satu sama lain,” tegasnya.

Di sisi lain, ia tak lupa mengapresiasi kerja keras panitia dan pemerintah daerah. Koordinasi yang baik antara Gubernur Khofifah, Wakil Gubernur Emil, dan seluruh unsur terkait membuat acara berjalan lancar dan tertib.

“Saya mengapresiasi gubernur dan wakil gubernur, juga semua pihak, mulai dari polisi, petugas, sampai panitia yang telah merencanakan dan berkoordinasi dengan baik di lapangan. Sehingga menuju ke tempat ini cukup lancar dan jamaah bisa tertib mengikuti kegiatan dengan baik,” ungkapnya.

Baginya, suasana kondusif selama Ramadan hingga hari raya ini adalah hasil kerja kolektif. Modal sosial semacam ini, kata Gus Ipul, sangat berharga untuk masa depan.

“Semua pihak sesungguhnya punya peran dalam menciptakan suasana yang kondusif, sehingga selama sebulan kemarin kita bisa beribadah dengan baik, khusyuk, penuh toleransi. Mudah-mudahan ini menjadi modal kerukunan yang kuat untuk membangun Indonesia di masa yang akan datang,” tutupnya.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar