Botol Soju Terbang, 7 Bulan Penjara Menanti

- Jumat, 26 Desember 2025 | 11:40 WIB
Botol Soju Terbang, 7 Bulan Penjara Menanti

Hukuman tujuh bulan penjara dan denda puluhan juta rupiah harus ditanggung Quztaza Kamarudin. Semuanya berawal dari sebuah botol yang ia lempar sembarangan, yang berakhir melukai seorang penumpang bus. Usianya 38 tahun.

Menurut laporan Channel News Asia pada Jumat lalu, keributan awalnya terjadi antara Quztaza dan seorang pria di dalam bus. Saat itu, Quztaza berdiri di trotoar. Emosinya memuncak, lalu tanpa pikir panjang ia melemparkan botol ke arah pria yang duduk di tingkat atas bus itu.

Nah, botol itu malah menembus kaca jendela. Bukan pria yang jadi sasaran, melainkan sang istri yang duduk di sebelahnya. Pipi wanita itu terluka.

Akibatnya, Rabu (24/12) kemarin, pengadilan menjatuhkan hukuman padanya: 7 bulan 2 minggu penjara. Tak cuma itu, ia juga harus membayar ganti rugi senilai 3.038 dolar Singapura, atau kalau dirupiahkan sekitar Rp 39,8 juta.

“Kalau uang ganti rugi itu nggak dibayar, ya siap-siap tambah 20 hari di penjara,” begitu kira-kira bunyi putusan hakim.

Quztaza sendiri sudah mengaku bersalah. Dakwaannya ada tiga: kelalaian, perusakan, dan pencurian.

Cerita lengkapnya begini. Semua terjadi pada 5 Juli sore, sekitar pukul setengah enam. Quztaza dan beberapa temannya naik bus tingkat SMRT nomor 190 dari Bukit Panjang. Di atas, mereka minum soju dari botol.

Perjalanan berlanjut sampai sekitar satu jam kemudian. Mereka hendak turun di halte dekat The Heeren, Orchard Road. Nah, di sinilah masalah mulai.

Di puncak tangga menuju pintu keluar, jalan mereka terhalang sepasang suami-istri, Lim Phang Kai dan istrinya. Kata-kata kasar pun meluncur antara Quztaza dan Lim. Akhirnya, Quztaza-lah yang turun lebih dulu.

Lim dan istrinya kemudian naik ke dek atas dan duduk. Sang istri mengambil posisi dekat jendela.

Tak lama, bus berhenti di lampu merah. Dari trotoar, Quztaza dan temannya berjalan melewati bus itu. Mungkin masih kesal, ia lalu mengambil botol soju kosong dan melemparkannya. Sasarannya? Lim yang dilihatnya duduk di atas. Tapi nasib berkata lain, botol itu justru menghantam istri Lim.

Sekarang, ia harus menjalani konsekuensinya di balik jeruji.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar