Pramono menekankan, yang paling penting dari semua keriuhan itu adalah keamanan dan kenyamanan yang terjaga. "Hal itu terlihat dari animo yang sangat tinggi. Dan yang paling penting adalah semuanya berjalan aman dan nyaman," tambahnya.
Sebelumnya, kawasan bebas kendaraan itu berlaku mulai pukul 20.00 sampai 22.00 WIB. Jalanan yang biasanya dipadati mobil dan motor, berubah total. Warga bebas berjalan kaki, bersepeda, atau sekadar duduk-duduk menikmati udara malam.
Acaranya sendiri cukup beragam. Tak cuma pawai obor yang khidmat, tapi juga Festival Bedug yang memecah kesunyian malam dengan irama khasnya. Suasana religius dan kebersamaan benar-benar terasa di tengah gemerlap lampu kota.
Nah, dengan penetapan sebagai agenda permanen, bisa ditebak persiapan untuk tahun depan pasti akan lebih matang. Warga Jakarta pun tampaknya punya satu hal lagi untuk dinantikan setiap menyambut Lebaran.
Artikel Terkait
Mendikdasmen: Tujuh Kebiasaan Hebat Harus Tetap Berjalan Saat Libur Lebaran
Iran Siap Bantu Kapal Jepang Lewati Selat Hormuz, Bantah Isu Penutupan
Ancol dan TMII Buka di Hari Pertama Lebaran, Ragunan dan Monas Libur
Xiaomi Siap Luncurkan Redmi 15A 5G di India, Bawa Baterai 6300 mAh