Kapolri: Kecelakaan Mudik Lebaran Turun, Fatalitas Anjlom 24,61 Persen

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:05 WIB
Kapolri: Kecelakaan Mudik Lebaran Turun, Fatalitas Anjlom 24,61 Persen

Dari Lapangan Merdeka di Medan, suasana malam takbiran tampak khidmat. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, usai memantau langsung pengamanan, menyampaikan kabar yang cukup melegakan. Arus mudik Lebaran tahun ini, kata dia, berjalan dengan lancar dan kondusif. Ini bukan sekadar pernyataan biasa, tapi didukung data evaluasi Operasi Ketupat 2026 yang menunjukkan tren positif.

Yang paling mencolok adalah penurunan angka kecelakaan lalu lintas secara nasional. Dibanding tahun sebelumnya, angkanya turun signifikan.

"Alhamdulillah, angka kecelakaan lalu lintas pada mudik tahun ini turun 3,23 persen dibandingkan tahun 2025, dari 1.301 kasus menjadi 1.259 kasus," ujar Sigit, Jumat (20/3) malam lalu.

Ia melanjutkan dengan nada yang lebih bersemangat,

"Yang paling membahagiakan adalah tingkat fatalitas atau korban meninggal dunia yang turun drastis sebesar 24,61 persen, dari 191 orang menjadi 144 orang."

Menurut Sigit, hasil ini tak lepas dari sinergi yang solid. Kepatuhan masyarakat saat berkendara digandengi dengan kerja keras petugas di lapangan. Dampaknya langsung terasa.

Di sisi lain, berbagai rekayasa lalu lintas yang diterapkan Polri juga punya andil besar. Penerapan one way, contraflow, hingga penjagaan ekstra di titik-titik rawan, rupanya membuahkan hasil. Tak cuma soal keselamatan, kelancaran arus pun ikut membaik. Waktu tempuh perjalanan jadi lebih efisien.

Ambil contoh rute Jakarta menuju Jawa Tengah. Perjalanan yang biasanya memakan waktu rata-rata 6 jam lebih, kini bisa dipangkas sekitar 42 menit. "Jadi hanya sekitar 5 jam 21 menit saja," jelas Sigit sambil menyampaikan terima kasih pada seluruh jajarannya.

Namun begitu, situasi yang lancar ini tak boleh membuat semua pihak lengah. Puncak arus mudik memang sudah lewat, tercatat pada 18 Maret dengan lebih dari 270 ribu kendaraan. Tantangan sesungguhnya masih menunggu: arus balik.

Kapolri mengingatkan, puncak arus balik diprediksi bakal terjadi dalam dua gelombang. Masyarakat dan aparat harus bersiap menghadapi periode krusial pada 24-25 Maret dan kemudian 28-29 Maret 2026. Kesiapsiagaan tetap menjadi kunci agar keberhasilan di arus mudik bisa berlanjut hingga perjalanan pulang.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar