"Jadi memang Jakarta mengadakan lomba diskon yang dimulai tanggal 4 Maret sampai akan kita akhiri tanggal 31 Maret. Nah, cut-off pada tanggal hari ini, transaksi itu sudah di atas Rp 21 triliun," jelas Eliawati.
Dia membeberkan, sektor ritel dan mal adalah penyumbang terbesar. Kawasan seperti Tanah Abang, misalnya, selalu dipadati pemburu kebutuhan Lebaran. Tapi jangan salah, sektor perhotelan juga ikut menyumbang andil yang cukup signifikan.
Di sisi lain, ada program 'Mudik ke Jakarta' yang rupanya juga berhasil mendongkrak perputaran uang. Yang menarik, program ini tak hanya melibatkan warga Jakarta. Kota-kota lain seperti Semarang dan Surabaya tercatat ikut menyumbang transaksi, menunjukkan daya tarik ibukota yang masih kuat meski di momen mudik seperti ini.
Semua data itu menunjukkan satu hal: semangat konsumsi masyarakat benar-benar menyala. Tinggal menunggu hari-hari terakhir, apakah rekor yang diincar benar-benar akan terpecahkan.
Artikel Terkait
Polisi Cianjur Putar Balik Rombongan Pawai Bedug demi Keselamatan dan Kelancaran Mudik
Bandara SMB II Palembang Catat Kenaikan 10,5% Pergerakan Pesawat Menjelang Lebaran 2026
Bejo Jahe Merah Dukung Mudik Gratis Jateng, Bagikan 32.000 Paket Produk
Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Idulfitri dan Ajak Perkuat Kebersamaan