Meski begitu, mereka tetap mengenal periode angin kencang dan hujan yang menusuk tulang. Itulah yang mereka sebut musim dingin. Xerxes pun terpaksa menunggu musim buruk ini berlalu sebelum akhirnya menggerakkan pasukannya.
Namun begitu, nasib buruk ternyata belum sepenuhnya pergi. Saat sang raja berada di Sardis, badai dahsyat menerjang. Jembatan yang membentang di Hellespont selat sempit bersejarah pemisah Asia dan Eropa hancur berantakan. Kini, kita mengenal selat itu sebagai Selat Dardanella di Turki.
Dan inilah puncak kemarahannya. Laut yang dianggapnya memberontak itu harus dihukum. Maka, dicambuklah ombak itu, dan rantai pun dilemparkan ke air sebagai simbol penaklukan. Sebuah tindakan yang, bagi kita sekarang, mungkin terlihat lebih seperti luapan emosi seorang raja yang frustasi daripada strategi militer yang brilian.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka