Bayangkan saja: seorang raja perkasa, dengan seluruh wibawa dan kekuasaannya, memerintahkan pasukannya untuk menghukum lautan. Kedengarannya seperti dongeng, bukan? Tapi inilah yang benar-benar dilakukan oleh Xerxes I, Raja Persia. Amarahnya meledak setelah badai menghancurkan jembatan ponton yang dibangun dengan susah payah untuk pasukannya.
Xerxes berkuasa dari tahun 519 hingga 465 sebelum Masehi. Dia memimpin Kekaisaran Persia yang wilayahnya kini merupakan Iran modern dalam sebuah invasi besar-besaran ke Yunani. Kisah tentangnya tercatat dalam berbagai naskah kuno, termasuk di arsip Perpustakaan Kongres AS.
Nah, menurut buku 'Sejarah Xerxes yang Agung' karya Jacob Abbot, daerah yang dulu disebut Asia Kecil itu punya garis lintang mirip dengan New York. Tapi jangan salah, iklimnya jauh berbeda. Musim dingin yang ekstrem di puncak gunung sebenarnya jarang terjadi.
Memang, salju kadang turun di pegunungan. Es pun bisa membekukan aliran sungai yang tenang. Tapi bagi kebanyakan penduduk setempat, dunia utara yang beku dan dingin itu cuma cerita sebuah legenda liar yang disampaikan dari mulut ke mulut.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka