Kini, dengan narasi "keadilan bagi veteran" dan penolakan terhadap intervensi militer yang dianggapnya gegabah, Kent melangkah ke medan baru: pemilihan anggota Kongres. Ia mendapat dukungan penuh dari Donald Trump dan berambisi menggusur petahana yang dinilainya telah menyimpang dari konstitusi.
Langkah Joe Kent ini sebenarnya cermin dari fenomena yang lebih luas. Semakin banyak veteran perang yang kecewa dengan kebijakan luar negeri negara mereka sendiri. Mereka tak lagi hanya diam. Mereka turun langsung ke gelanggang politik, berusaha mengubah arah masa depan Amerika dari dalam.
Perjalanannya dari medan tempur di Timur Tengah ke medan laga politik di Washington DC memang menarik untuk diikuti. Apakah suaranya akan didengar oleh pemilih? Waktu yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Bareskrim Ungkap Peredaran Narkoba di Klub Eksklusif Kuningan, 5 Orang Ditangkap
Polisi Identifikasi Dua Tersangka Eksekutor Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
1.506 Napi Dapat Remisi Khusus Nyepi, Empat Langsung Bebas
Kondisi Andrie Yunus Mulai Membaik Usai Disiram Air Keras