“Iya bener, standby dari jam 12 malam. Soalnya di sela-sela waktu itu kan jam segitu. Ditambah pakai aplikasi KAI yang kadang tuh kita nge-lag dulu," ujar Trisiana.
Kekhawatiran tak kebagian tiket selalu ada. Tapi tekad untuk pulang jauh lebih besar. Baginya, kereta mungkin pilihan utama, tapi bukan satu-satunya jalan.
"Kalau khawatir nggak dapat sih tetap khawatir ya. Tapi kalau buat nggak pulang? Tetap diusahakan pulang sih,” tegasnya.
Di sisi lain, arus mudik yang padat tercermin dari data perjalanan. Franoto Wibowo, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, menyebutkan pada tanggal 17 Maret 2026 saja, ada 54.216 penumpang yang berangkat dari stasiun-stasiun di wilayahnya.
Dari angka itu, Stasiun Pasar Senen memimpin dengan 24.412 penumpang. Disusul Stasiun Gambir (17.657 penumpang) dan Stasiun Bekasi (4.659 penumpang). Sementara itu, penumpang yang tiba di berbagai stasiun Daop 1 Jakarta tercatat 22.574 orang. Gelombang manusia terus bergerak, masing-masing membawa cerita dan harapan untuk sampai di rumah.
Artikel Terkait
Polisi Selidiki Penyebaran Foto Palsu AI dalam Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Kemacetan Mulai Landa Ruas Tol Jelang Mudik, Contraflow dan One Way Diterapkan
Posko Kesehatan di PLBN Skouw Siap Antisipasi Mudik Lebaran 2026
KPK Tahan Mantan Staf Khusus Yaqut, Gus Alex Bantah Perintah Pembagian Kuota Haji