Kalau merujuk laporan itu, kekuatan pasukan perdamaian akan diisi sekitar 5.000 personel dari Indonesia. Mereka tak sendirian. Negara seperti Kazakhstan, Maroko, Albania, dan Kosovo juga disebutkan akan ikut menyumbang pasukan.
Di sisi lain, soal penempatan awal pun sudah ada gambaran. Pasukan internasional tersebut rencananya akan ditempatkan di sekitar kota baru Palestina di area Rafah, Gaza bagian selatan. Kota itu sendiri dibangun dengan sokongan dana dari Uni Emirat Arab. Dari sanalah, operasi diperkirakan akan meluas ke wilayah lainnya.
Menjelang pengerahan itu, delegasi militer dari negara-negara partisipan dikabarkan akan datang ke Israel dalam dua minggu ke depan. Tujuannya jelas: melakukan peninjauan lapangan di Jalur Gaza. Langkah ini wajar sebagai persiapan akhir sebelum misi benar-benar dimulai.
Namun begitu, semua lini masa dan rencana teknis itu, setidaknya bagi Indonesia, masih bersifat tentatif. Ibarat mobil yang mesinnya sudah dipanaskan, tapi belum ada perintah untuk menginjak gas. Semua mata kini tertuju pada arahan dari Istana.
Artikel Terkait
KPK Dalami Rencana Bupati Cilacap Bagikan THR Rp610 Juta ke Forkopimda
Argentina Gantikan Finalissima dengan Uji Coba Melawan Guatemala di Tanah Air
Uni Eropa Tegas Tolak Permintaan Trump Kirim Pasukan ke Selat Hormuz
Menteri Perhubungan Prediksi Puncak Mudik di Pelabuhan Merak Malam Ini