Lalu, bagaimana strategi penempatannya? Ternyata, ada modifikasi cerdas di lapangan. Ancala Egah, Sales Area Manager Retail Karawang PT Pertamina Patra Niaga, memberi contoh konkret di rest area KM 57.
"Kita memanfaatkan area untuk pengisian truk solar yang volumenya turun drastis saat mudik. Nah, space parkir itu kita optimalkan dengan menempatkan modular di sana. Jadi saat konsumen butuh isi gasolin seperti Pertamax, sudah kami sediakan," papar Ancala.
Dengan kata lain, SPBU modular sengaja diletakkan di jalur solar kendaraan besar yang sepi. Trik ini terbukti ampuh mengurai kepadatan di jalur reguler.
Selain cepat, fasilitas ini juga modern dan fleksibel. Desainnya memungkinkan untuk dipindahkan sesuai kebutuhan darurat, memastikan distribusi BBM tetap optimal di mana pun. Stok dan pasokannya pun dimonitor secara berkala.
Pada akhirnya, langkah ini bukan sekadar menambah titik layanan. Lebih dari itu, sistem modular ini diharapkan bisa meminimalkan potensi antrean panjang dan kekosongan stok, terutama di daerah yang jumlah SPBU tetapnya terbatas. Jadi, perjalanan mudik pun diharapkan bisa lebih lancar dan tanpa kekhawatiran kehabisan bahan bakar.
Artikel Terkait
TNI Tunggu Instruksi Presiden Prabowo untuk Pengiriman Pasukan ke Gaza
Polisi Tangkap Tiga Pengedar Sabu di Bangka Selatan, Sita 10,53 Gram
TNI Gelar Penyelidikan Internal Terkait Kasus Penyiraman Aktivis KontraS
Antrean Kendaraan Mengular di Pelabuhan Merak Saat Puncak Arus Mudik